Rabu, 07 Oktober 2026

Ayu Adnyani, Si Imut yang Juara 1 Platting Dessert

Gatra Humas,071026 — Wajah mungil dan pembawaannya yang sederhana ternyata menyimpan semangat juang luar biasa. Ni Kadek Ayu Adnyani, siswi kelas XI TB 1 SMK Giri Pendawa, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara I lomba platting dessert yang diselenggarakan Monarch Candidasa, Selasa, 7 Oktober lalu.

Dalam ajang tersebut, Ayu mengangkat karya bertajuk “Lempog Bali” sebagai sajian dessert yang diperlombakan. Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena lomba ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi, namun ia langsung berhasil meraih posisi tertinggi.

Ayu merupakan putri pasangan I Made Darmayasa, seorang pengrajin sanggah, dan Ni Wayan Kertiasih, yang berasal dari Br. Dinas Segah, Desa Nongan.

Kepada Gatra Humas, Ayu mengaku sempat tidak percaya ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama. Ia menyadari bahwa peserta lainnya memiliki kemampuan yang tidak kalah potensial dan tangguh.

"Saya sebenarnya tidak percaya bisa mendapat juara satu karena lawan-lawan saya cukup potensial dan tangguh. Namun, dengan keyakinan dan percaya diri, akhirnya saya berhasil merebut prestasi ini," ungkap Ayu.

Bagi Ayu, kemenangan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti lomba, ia merasa bersyukur sekaligus bangga bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Saya sangat bersyukur dan bangga. Ini baru pertama kali saya ikut lomba dan langsung mendapat juara satu," katanya.

Di balik keberhasilannya, Ayu mengakui peran besar Dewa Putu Suarya, Kepala Program Studi Tata Boga (TB) SMK Giri Pendawa, yang dengan serius membimbing dan melatihnya menghadapi kompetisi.

Menariknya, Ayu mengaku tidak melakukan latihan khusus di rumah. Seluruh proses latihan lebih banyak dilakukan di sekolah di bawah bimbingan sang kaprodi. Di rumah, ia hanya menghafalkan materi presentasi dalam bahasa Inggris yang akan digunakan saat perlombaan.

"Terus terang, di rumah saya tidak pernah berlatih. Hanya menghafalkan presentasi bahasa Inggris. Semuanya dilatih di sekolah oleh Pak Dewa," tuturnya.

Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada gurunya yang dinilai memiliki gaya melatih disiplin dan tegas, tetapi tetap penuh perhatian.

"Dalam melatih, beliau memang disiplin dan keras bahasanya, tetapi lembut dan kebapakan jiwanya. Beliau luar biasa dalam melatih saya," ujar Ayu.

Putri seorang pengrajin sanggah ini juga dikenal memiliki kehidupan yang dekat dengan aktivitas keluarga. Sepulang sekolah, ia terbiasa membantu ayahnya mengerjakan pengecatan sanggah yang diproduksi untuk menambah penghasilan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya.

Kemandirian tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Ayu terbiasa bangun pagi sekitar pukul 05.30 untuk mempersiapkan diri berangkat sekolah. Sebelum berangkat, ia membantu ibunya di dapur. Setelah pulang sekolah, waktunya kembali digunakan untuk membantu sang ayah.

"Saya sudah biasa pulang sekolah membantu orang tua mengecat sanggah yang diproduksi. Itu juga untuk menambah bekal sekolah agar tidak terlalu banyak membebani orang tua," ungkapnya.

Di tengah kesibukannya, Ayu juga berusaha memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kemampuan, khususnya bahasa Inggris. Ia belajar dengan cara yang menurutnya menyenangkan, yakni menonton film-film Barat melalui internet, menyimak percakapan, sekaligus memahami arti dari dialog yang didengarnya.

Kakak Ayu, Putu Agus Adnyana, juga merupakan jebolan SMK Giri Pendawa dan kini bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan Seminyak. Jejak sang kakak turut menjadi motivasi bagi Ayu untuk terus menyiapkan diri menghadapi masa depan.

Ke depan, Ayu mengaku ingin lebih serius mempersiapkan masa depannya dengan belajar dan memperbanyak keterampilan.

"Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti kontestasi ini karena mendapat pengalaman baru. Ke depan saya akan lebih fokus mempersiapkan masa depan melalui belajar dengan serius dan mengisi diri agar memiliki lebih banyak skill," ujarnya.

Yang membuat prestasi ini semakin bermakna, Ayu mengaku sejak sekolah dasar dirinya belum pernah memiliki pengalaman berprestasi maupun mendapat kesempatan mengikuti perlombaan. Karena itu, kemenangan pertamanya di SMK Giri Pendawa menjadi sebuah pembuktian bahwa kesempatan dan keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju prestasi.

"Juara ini saya persembahkan untuk sekolah tercinta, SMK Giri Pendawa. Semoga bisa memotivasi teman-teman. Saya yang sejak SD tidak pernah berprestasi dan tidak pernah diberi kesempatan lomba, ternyata setelah mencoba dan dibimbing dengan baik, kita bisa," katanya.

Ayu pun berpesan kepada teman-temannya agar tidak takut mencoba dan tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

"Saya yakin kalau teman-teman berani mencoba dan berani berbuat maksimal, maka hasilnya akan memuaskan, apa pun itu," pungkasnya.

Prestasi Ayu menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu berawal dari mereka yang sudah berpengalaman. Terkadang, keberanian untuk mencoba, kemauan belajar, disiplin, dan bimbingan yang tepat justru menjadi langkah pertama untuk melahirkan seorang juara. (manixs)

Ayu saat lomba

sedang menghadapi juri

Mempresentasikan hasil karyanya dengan Bahasa Inggris dihadapan  juri

 
Suasana saat lomba

 
Kaprodi dan kabeng juga OSIS tim pendukung lomba

Hasil karya yang dilombakan

Ayu saat menerima ucapan selamat dari juri

Foto bareng dengan para juri dan pemenang lomba

Dokumentasi

Piala Juara 1



Saat penerimaan hadiah 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar