Pengelola Kopsek Giri Amertha
A. Latar Belakang
TEFA E Widya Giri SMK Giri Pendawa lahir dari sebuah proses pemikiran dan pengembangan yang berawal dari perkembangan Koperasi Sekolah (Kopsek) Giri Amertha. Dari tahun ke tahun, koperasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut mendorong Kepala Sekolah I Komang Sumarta untuk memikirkan langkah yang lebih luas, tidak hanya dalam meningkatkan kegiatan usaha koperasi, tetapi juga dalam memberikan manfaat terhadap kesejahteraan guru dan pegawai.
Pemikiran beliau tersebut terutama dilatarbelakangi oleh keprihatinan pendapatan guru dan pegawai yang memperoleh penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha produktif yang dapat memanfaatkan potensi yang telah tersedia di lingkungan sekolah.
SMK Giri Pendawa memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar, baik dari unsur guru dan pegawai maupun siswa yang jumlahnya terus mengalami peningkatan. Potensi tersebut kemudian dipandang sebagai modal penting untuk mengembangkan kegiatan usaha sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
Berdasarkan pemikiran tersebut kepala sekolah menugaskan pengelola koperasi sekolah, untuk memunculkan gagasan mengembangkan usaha koperasi melalui pembentukan Teaching Factory (TEFA) yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran nyata bagi siswa dalam menerapkan kompetensi kewirausahaan.
B. Awal Mula Pembangunan TEFA
Embrio pembangunan TEFA mulai diwujudkan melalui rapat orang tua siswa pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Dalam rapat tersebut oleh Waka Humas disampaikan rencana untuk mengadakan sumbangan sukarela dari orang tua siswa yang akan digunakan untuk membangun kantin koperasi. Rencana tersebut telah dicantumkan dalam berita acara rapat dan mendapat persetujuan.
Namun, dalam pelaksanaannya, sumbangan sukarela tersebut belum terealisasi sampai saat ini. Tidak ada dana yang terkumpul dari sumbangan tersebut. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat untuk mewujudkan pembangunan kantin.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas yang sekaligus menjadi pengelola koperasi kemudian menyampaikan permohonan kepada pimpinan sekolah agar diperkenankan mengupayakan pendanaan pembangunan kantin diubah menjadi pembangunan TEFA yang menjadi syarat wajib bagi sekolah kejuruan,sehingga karena keterbatasan dana maka diperkenankan dilaksanakan melalui kontribusi orang tua siswa sebesar Rp290.000,00 per orang tua. Atas persetujuan pimpinan, upaya tersebut kemudian dapat direalisasikan sehingga pembangunan TEFA mulai dapat dilaksanakan yang diberi nama Teaching factory Entrepreneur Widya Giri agar senada dengan nama yayasan,sekolah dan koperasi sekolah Giri Amertha. Widya Giri mengandung makna memperkuat pembelajaran dalam bidang kewirausahaan atau entrepreneur,agar kelak mereka alumni SMK Giri Pendawa memiliki life skill yang dapat diimplemantasikan dalam kehidupan mereka selanjutnya. Hal menarik lainnya,karena gagal mendapatkan sumbangan pembangunan kantin ketua OSIS (Dina) waktu itu bersama guru kewirausahaan dan waka sarpras berinisiatif mewejudkan kantin dan terlaksana dengan modal pinjaman kopsek 10 juta dan sebagai uji coba berhasil dengan baik walaupun dengan tempat seadanya. Dengan fakta itulah kepala sekolah lebih semangat mendorong terwujudnya Tefa ini sebagai salah satu sumber daya yang dapat diharapkan.
C. Proses Pembangunan
Dengan semangat membangun dan tetap berkoordinasi serta mendapat izin dari pimpinan sekolah, pengelola kemudian mencari pihak yang dapat melaksanakan pembangunan fisik TEFA. Setelah melalui proses pembicaraan dan kesepakatan, pekerjaan pembangunan disepakati dengan nilai kurang lebih Rp29.000.000,00.hanya gudang dan ruang tefa belum ruang pendukung dapur dan tempat cukur.
Dalam proses pembangunan, pembiayaan tidak hanya mengandalkan dana yang terkumpul. Sebagian kebutuhan pembangunan terlebih dahulu ditalangi menggunakan keuntungan dari kegiatan penjualan pakaian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pengelola koperasi untuk mempercepat terwujudnya fasilitas TEFA.
Selain pembangunan fisik, kebutuhan peralatan dan mebeler juga mulai dipersiapkan. Pengadaan berbagai perlengkapan tersebut untuk sementara ditalangi agar pada saat TEFA mulai beroperasi, sarana pendukung pelayanan sudah tersedia dan dapat digunakan secara optimal.
D. Grand Opening TEFA E Widya Giri
Setelah melalui proses perencanaan, penggalangan dana, pembangunan, serta persiapan sarana dan prasarana, TEFA E Widya Giri direncanakan melaksanakan upacara nyayutin sekaligus penetapan SK pengelola pada tanggal 26 September 2026, bertepatan dengan Purnama Kapat dan Grand Openingnya akan dilaksanakan setelah persiapan benar benar ready/ matang siap oprasional pada hari sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 sekaligus peluncuran Gatra Humas ke IV tahun 2026,diharapkan ketua yayasan dan pengawas manajerial bisa hadir untuk meresmikan.
Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan usaha koperasi dan pembelajaran kewirausahaan di SMK Giri Pendawa. TEFA diharapkan tidak hanya menjadi unit usaha sekolah, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata bagi siswa untuk mengenal, memahami, dan mempraktikkan dunia usaha,dengan semangat sumpah pemuda dan ikrar pelajar Indonesia.
E. Bidang Usaha dan Pelayanan
Dalam pengembangannya, TEFA E Widya Giri dirancang memiliki berbagai bidang usaha dan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga sekolah dan masyarakat sekitar, antara lain:
Pelayanan umum, termasuk penjualan makanan ringan dan berbagai kebutuhan harian.
Penjualan alat tulis kantor (ATK) dan perlengkapan sekolah.
Penjualan kebutuhan sembako bagi guru dan pegawai.
Jasa cukur rambut untuk mendisiplinkan siswa.
Pemasaran produk kelas Tata Boga, khususnya makanan dan makanan ringan hasil produksi.
Jasa laundry sebagai bagian dari pengembangan usaha bidang perhotelan.
Penjualan pulsa.
Jasa pengetikan dan penjilidan, termasuk laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pemasaran produk ke kantor-kantor dan pasar-pasar.
Pengembangan berbagai usaha lain yang memungkinkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan sekolah serta masyarakat misalnya resepsi pernikahan dll.
Keberagaman bidang usaha tersebut diharapkan mampu membuat TEFA berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
F. TeFa sebagai Sarana Pembelajaran Kewirausahaan
Keberadaan TEFA E Widya Giri tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh keuntungan. Salah satu tujuan utama adalah menjadikan TEFA sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.
Siswa akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas usaha sesuai dengan kemampuan dan bidang pembelajaran, mulai dari proses produksi, pelayanan konsumen, pengelolaan barang, pemasaran, administrasi, hingga pengelolaan keuangan sederhana,termasuk mendapatkan bagian persentase keuntungan untuk memotivasi kerjanya.
Melalui keterlibatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah usaha dijalankan. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam menghadapi konsumen, bekerja dalam tim, menjaga kualitas pelayanan, menghitung biaya dan pendapatan, serta memahami tanggung jawab dalam menjalankan sebuah usaha.
Dengan demikian, TEFA menjadi media untuk menumbuhkan karakter entrepreneur pada diri siswa, terutama sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, mampu bekerja sama, serta memiliki keberanian untuk mengembangkan potensi diri.
G. Tujuan/Dampak yang Diharapkan
Pengembangan TEFA'E Widya Giri diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Bagi koperasi, TEFA'E Widya Giri diharapkan dapat memperluas unit usaha dan meningkatkan kemampuan koperasi dalam menghasilkan pendapatan.
Bagi guru dan pegawai, perkembangan usaha diharapkan secara bertahap dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi mereka yang masih memiliki penghasilan relatif rendah.
Bagi siswa, TEFA'E Widya Giri menjadi laboratorium kewirausahaan yang memberikan pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan usaha.
Bagi sekolah, keberadaan TEFA'E Widya Giri diharapkan memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
Sementara bagi masyarakat sekitar, TEFA'E Widya Giri diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh berbagai kebutuhan dan jasa dengan pelayanan yang baik.
H. Penutup
Sejarah TEFA'E Widya Giri merupakan bagian dari perjalanan pengembangan Koperasi Giri Amertha SMK Giri Pendawa. Berawal dari perkembangan koperasi dan kepedulian terhadap kesejahteraan guru serta pegawai, lahirlah gagasan untuk memanfaatkan potensi sekolah melalui pengembangan unit usaha yang sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi siswa.
Proses mewujudkan TEFA'E Widya Giri tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber pendanaan hingga kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana. Namun, melalui koordinasi, persetujuan pimpinan, partisipasi orang tua, serta komitmen pengelola, pembangunan TEFA dapat diwujudkan.
Grand opening pada 28 Agustus 2026 akan menjadi momentum awal bagi TEFA E Widya Giri untuk berkembang menjadi pusat kegiatan usaha dan pembelajaran kewirausahaan di SMK Giri Pendawa.
Ke depan, TEFA'E Widya Giri diharapkan dapat berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan serta mampu memberikan manfaat bagi sekolah, koperasi, guru, pegawai, siswa, dan masyarakat. Lebih dari itu, TEFA diharapkan menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang memiliki karakter entrepreneur: disiplin, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan siap menghadapi dunia usaha serta dunia kerja.astungkara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar