Gatra Humas,070926 — Pelaksanaan upacara rutin hari Senin di SMK Giri Pendawa, Senin (7/9/2026), tampak berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan upacara pada pekan-pekan sebelumnya. Kehadiran guru dan pegawai terlihat meningkat sekitar 45 persen, sementara peserta upacara dinilai lebih tertib dan rapi.
Pembina upacara, I Made Agus Suciarta, yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin,tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme, menghargai jasa para pejuang bangsa, sekaligus membangun kerja sama dan kedisiplinan.
"Upacara ini penting karena selain memupuk jiwa nasionalisme dan menghargai para pejuang bangsa, juga membangun kerja sama dan kedisiplinan. Kita membiasakan karakter tertib dan disiplin yang sesuai dengan mentalitas yang dibutuhkan di dunia industri hospitality," ujar Suciarta.
Ia menegaskan, pihak sekolah akan terus melakukan pembenahan dalam mendidik siswa, terutama dalam hal kedisiplinan, kejujuran, dan kompetensi.
Menurut Suciarta, langkah pembenahan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil studi tiru yang dilakukan pihak sekolah pada SMK Nusa Dua Toya Anyar dua hari sebelumnya. Sekolah tersebut dinilai sebagai salah satu sekolah swasta yang cukup populer di Karangasem.
"Kami akan terus berbenah dan berupaya mendidik kedisiplinan, kejujuran, dan kompetensi anak-anak semua. Kami akan bertugas lebih optimal sesuai dengan hasil studi tiru pada SMK Nusa Dua Toya Anyar," katanya.
Ia mengatakan, tidak ada salahnya bagi SMK Giri Pendawa belajar dari sekolah yang dinilai telah lebih maju.
"Demi kemajuan, tidak ada salahnya kita berguru kepada yang lebih maju," ujar Suciarta.
Dalam studi tiru tersebut, kata dia, pihak sekolah juga mendapat sejumlah masukan terkait kedisiplinan dan penampilan siswa. Beberapa di antaranya menyangkut grooming, seperti rambut yang terlalu panjang, pakaian yang tidak rapi atau tidak dimasukkan, hingga persoalan sopan santun.
Suciarta menegaskan, masukan tersebut akan ditindaklanjuti secara serius dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
"Kemarin sempat ditegur bahwa grooming kalian masih kurang, rambut gondrong, pakaian lecek dan tidak dimasukkan, sopan santun masih kurang, dan sebagainya. Teguran ini, seizin pimpinan, akan kita tindak lanjuti secara serius," tegasnya.
Ia meminta kerja sama seluruh siswa untuk menaati aturan sekolah. Menurutnya, sekolah akan memberikan pembinaan secara bertahap, tetapi juga akan mengambil tindakan tegas apabila siswa tetap mengabaikan peraturan.
"Apabila kalian tidak peduli dan tidak mengindahkan peraturan sekolah hingga batas yang ditentukan, kami bersama pimpinan akan memanggil orang tua kalian. Bila menemui jalan buntu, kami tidak tanggung-tanggung akan mengembalikan kalian kepada orang tua, alias diberhentikan. Kami tegas," ujar Suciarta.
Sementara itu, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, mengatakan perubahan yang terlihat dalam pelaksanaan upacara tersebut menjadi indikasi awal adanya dampak dari studi tiru yang dilakukan pihak sekolah.
Saat berkunjung dan berbincang di ruang redaksi Gatra Humas, Sumarta menyebut perubahan tersebut sebagai "efek kejut" yang mulai terlihat dalam lingkungan sekolah.
"Efek kejut dari studi tiru kemarin terbukti hari ini. Pelaksanaan upacara lebih tertib karena kawan-kawan sudah mulai sadar dan bergerak memberikan pembinaan kepada siswa. Guru dan pegawai hari ini juga tampak hadir lebih banyak dibandingkan upacara sebelumnya," kata Sumarta.
Ia mengaku senang melihat perubahan tersebut. Namun, menurut dia, pembenahan tidak boleh berhenti hanya karena adanya perubahan dalam satu kali pelaksanaan upacara.
"Saya senang. Mudah-mudahan efek kejut ini terus mengalir di nadi masing-masing, sehingga senantiasa menyentuh saraf kesadaran jiwa untuk membangun sekolah ini menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Rendang, khususnya," ujar Sumarta.
Pihak sekolah berharap perubahan kedisiplinan tersebut dapat menjadi budaya baru yang diterapkan secara konsisten, baik oleh siswa maupun guru dan pegawai. Dengan demikian, SMK Giri Pendawa tidak hanya mampu meningkatkan kualitas akademik dan kompetensi, tetapi juga mampu membentuk karakter lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya industri hospitality.Mari kita mulai dari diri masing-masing terutama kaum pendidik dan tenaga kependidikan,karena kita sebagai pigur yang akan ditiru dan digugu oleh siswa,sekarang tergantung komitmen kita bersama,mau kemanakan jiwa kita yang sudah tertumbuh mengakar di rumah karakter yang berlebel SMK Giri Pendawa tercinta.astungkara semoga kita senada dalam langkah,seirama dalam cinta mendidik anak anak bangsa yang bernaung di Yayasan Giri Pendawa,rahayu!!! (manixs)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar