Sabtu, 30 September 2023

PERINGATI KESAKTIAN PANCASILA DI SMK GIRI PENDAWA

Peringatan hari kesaktian Pancasila tahun ini bertepatan dengan hari minggu atau hari libur,tetapi kalian bisa hadir melaksanakan kewajiban sebagai bangsa Indonesia,oleh karena itu saya ucapkan terimakasih pada siswa,guru,pegawai atas kesadarannya hadir ke sekolah memperingati hari kesaktian pancasila. Kesadaran kalian itu muncul dari hati dan itu perlu ditujukan kepada Tuhan,Kepada kewajiban dan idiologi bangsa kita yang namanya Pancasila, ini penting diamalkan dalam kehidupan kita.   Dan dipagi ini adalah wujud nyata kesadaran kalian semua,karena sejarah mencatat tanggal 30 September 1965 ada peristiwa besar,pembunuhan para jenderal di Indonesia oleh gerombolan PKI yang dilatar belakangi oleh keinginan PKI menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno.       Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah.     PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik,maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan.    Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan, itulah sebabnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.    

Kronologinya PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R. Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal A.H. Nasution.PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno.     R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya,G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan sekitar Jawa.

Tanggal 1 Oktober 1965 Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H. Nasution dalam keadaan selamat.
Tanggal 2 Oktober 1965 Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S PKI dibuang. 4 Oktober 1965 Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
Tanggal 5 Oktober 1965Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan. Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.

Kemudian pada tahun 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI.      Pada tahun 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat. Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila,oleh karenanya setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Untuk peringatan tahun 2023 ini ,mengambil tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju,ujar I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd dalam amanatnya selaku pembina upacara.

Walaupun dihadiri oleh minimal warga SMK,namun tetap dapat berlangsung dengan hidmat,karena ini adalam momen bersejarah patut di kenang oleh bangsa Indonesia khususnya keluarga besar SMK Giri Pendawa,ujar Agus Suciarta koordinator peringatan hari Kesaktian Pancasila.

Dalam upacara tersebut disamping pembacaan naskah Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 juga dibacakan ikrar  sebagai berikut :


 IKRAR


Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 1 Oktober 2023
Atas Nama Bangsa Indonesia
Ketua DPR RI,

Dr. (H.C.) Puan Maharani

IKRAR

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 1 Oktober 2023

Atas Nama Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI,

Dr. (H.C.) Puan Maharani
Baca juga:
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Ini Tema dan Sejarahnya
Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila berlangsung pada Minggu, 1 Oktober 2023. Instansi pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota diimbau untuk menyelenggarakan upacara peringatan tersebut.

Berikut susunan dan urutan acara yang juga terdapat dalam Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023 yang diterbitkan Kemdikbud, yakni:

Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
Laporan Komandan Upacara, upacara siap
Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
Pembacaan Teks Pancasila
Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Pembacaan Naskah Ikrar
Pembacaan Naskah Doa
Andhika Bhayangkari (menyesuaikan)
Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
Upacara selesai

Link Download Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila

Untuk detikers yang ingin mengunduh Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila dan pedoman penyelenggaraan upacara, bisa mengakses link yang telah disediakan Kemdikbud berikut:

Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila dan Naskah Ikrar

Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila tertulis pada lampiran ketiga dokumen tersebut. Link tersebut akan langsung mengarahkan detikers untuk mengunduh dokumen.

Demikianlah Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila yang wajib dibacakan pada momentum upacara peringatan 1 Oktober 2023. Semoga bermanfaat ya, detikers!


Simak Video "Momen Jokowi-Ma'ruf Amin Berdoa di Sumur Lubang Buaya"

(alk/alk)
hari kesaktian pancasila
hari kesaktian pancasila 1 oktober
hari kesaktian pancasila 1 oktober 2023
hari kesaktian pancasila 2023
naskah ikrar hari kesaktian pancasila 2023


Baca artikel detiksulsel, "Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila, Dibaca pada Upacara 1 Oktober 2023" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6958156/naskah-ikrar-kesaktian-pancasila-dibaca-pada-upacara-1-oktober-2023.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/manixs)

Demikian warta Humas SMK Giri Pendawa,melaporkan dari pelataran lapangan Jaya Giri SMK Giri Pendawa. (manixs)

Upacara peringatan Kesaktian Pancasila
 
 
Apel berlangsung

guru pegawai yang hadir


PANCASILA SAKTI

Perisaimu membentang tak lekang,
Amanatkan suara nan berkumandang,
Niat satukan Indonesia berkembang,
Cahaya Indahmu terang benderang,
Amanatkan bangsa yang cemerlang,
Sungguh aku bangga dan sayang,
Idiologi bangsa yang terpandang,
Lahirkan bangsa yang cemerlang,
Adalah impian setiap orang.

Sloganmu cerminkan kebinekaan,
Amanatkan bersatu dalam perbedaan,
Kuatkan idiologi dengan perasaan,
Tumpas tuntas penghianat kebangsaan,
Idiologi Pancasila pemersatu bangsa.

Nongan,1 Oktober 2023
manixs






Latar Belakang G30S PKI

Latar belakang G30S PKI adalah PKI ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah.

PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik.

Maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan. Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan.

Berbagai latar belakang ini akhirnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.

Rangkuman Peristiwa G30S PKI

Berikut kronologi atau rangkuman peristiwa G30S PKI.
30 September 1965

PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R. Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal A.H. Nasution.
PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno.
R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya.
G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan sekitar Jawa.

1 Oktober 1965

Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H. Nasution dalam keadaan selamat.
2 Oktober 1965

Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S PKI dibuang.
4 Oktober 1965

Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
5 Oktober 1965

Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.
Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.

Lihat Juga :
[img-title]
Dampak Sosial dan Politik G30S PKI bagi Bangsa Indonesia

Lahirnya Hari Kesaktian Pancasila

Pada 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI.

Pada 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat.

Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila.

Baca artikel CNN Indonesia "Rangkuman Peristiwa G30S PKI, Cikal Bakal Hari Kesaktian Pancasila" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230927131530-569-1004389/rangkuman-peristiwa-g30s-pki-cikal-bakal-hari-kesaktian-pancasila.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Latar Belakang G30S PKI

Latar belakang G30S PKI adalah PKI ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah.

PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik.

Maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan. Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan.

Berbagai latar belakang ini akhirnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.

Rangkuman Peristiwa G30S PKI

Berikut kronologi atau rangkuman peristiwa G30S PKI.
30 September 1965

PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R. Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal A.H. Nasution.
PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno.
R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya.
G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan sekitar Jawa.

1 Oktober 1965

Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H. Nasution dalam keadaan selamat.
2 Oktober 1965

Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S PKI dibuang.
4 Oktober 1965

Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
5 Oktober 1965

Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.
Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.

Lihat Juga :
[img-title]
Dampak Sosial dan Politik G30S PKI bagi Bangsa Indonesia

Lahirnya Hari Kesaktian Pancasila

Pada 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI.

Pada 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat.

Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila.

Baca artikel CNN Indonesia "Rangkuman Peristiwa G30S PKI, Cikal Bakal Hari Kesaktian Pancasila" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230927131530-569-1004389/rangkuman-peristiwa-g30s-pki-cikal-bakal-hari-kesaktian-pancasila.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/


Minggu, 24 September 2023

CHEF SUARYA MEMBAT DI DUNIA PENDIDIKAN ,KULINER DAN POLITIK

Dewa Putu Suarya,SE pria kelahiran Keladian,23 April 1979 memulai pendidikannya di SD Negeri 4 Pempatan tahun 1986,melanjutkan ke SMPN 2 Rendang selesai 1995,kemudian belajar di SMAN 2 Semarapura tamat 1998. Selepas SMA kemudian melanjutkan pendidikan di dunia pariwisata khususnya dibidang kuliner,maka ia mengambil jurusan D3 Food & Beverage Division di Akademi Pariwisata Tri Atmajaya Dalung,Kuta dan terakhir setelah melanglang buana di dunia Cruise line ia sempat menempuh S1nya di STIMI Handayani Denpasar dengan mengambil jurusan Konsentrasi Manajemen Bisnis Pariwisata(2013).

Chef Dw.Pt.Suarya,SE

Berbekal hobi traveling dan kuliner sejak kecil, putra pertama pasangan Drs.Dewa Putu Suaba dengan Ni Made Jasri ini, menempuh kariernya di dunia pariwisata,dimulai dari Singapura (1999) sebagai karyawan  hotel,kemudian karena jiwa petualangannya ia mulai terjun kedunia cruise line yaitu perusahaan yang mengoprasikan kapal pesiar yang beroprasi di laut atau sungai,memasarkan kapal pesiar untuk umum dengan jalur khusus berbeda dengan transportasi laut /sungai pada umumnya. Debut kariernya dimulai dari manship cruise line,Tomshon Discovery,Quail cruise,Beno Cruise terakhir th 2016.

Chep Suarya suami dari Ni Made Sumarni Wulandari,S,Pd,setelah berlayar keliling dunia ia kembali ke habitatnya untuk menyumbangkan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda Bali,dalam bidang pariwisata kuliner . Bapak dari Dewa Gede Putra Kusuma ini ,mengabdikan diri sebagai pendidik di SMK Giri Pendawa sebagai guru tata boga dengan tugas tambahan sebagai Kaprodi Jurusan Tata Boga, disamping sebagai dosen culinary di Monak Bali dan Celebrity Karangasem sejak 2015 sampai dengan 2018.

Pria, bapak dari Dewa Gde Putra Pratama,Dewa Ayu Made Sri Lestari dan Dewa Ayu Komang Sri Dianawati ini, rupanya tidak hanya membat di dunia traveling dan culinary saja, tetapi dunia politikpun ia sempat geluti,terbukti pernah menjabat Ketua Bidang pendidikan dan Latihan di DPC dan ketua PAC PDIP Kecamatan Rendang tahun 2015 sd 2018. Organisasi profesi yang ia geluti adalah Indonesia Chef Acociation (ICA) Provinsi Bali menduduki jabatan Bidang Pendidikan dan Latihan/Diklat sebagai wakil dari chef Kabupaten Karangasem.melalui organisasi ini ia banyak mendapat pengalaman dan berteman dengan chef terkenal di Indonesia seperti chef Indra Mahendra,chef Juna dan lainnya.

 
Suarya saat ada di ruang kerjanya
 

Ditemui di bengkel kerjanya,usai menjadi pembina upacara ia langsung membina anak didiknya kelas X TB yang mendapat giliran praktek. Dengan jiwa hosfitalitynya ia melayani dan membimbing siswa dengan senyum khasnya,sehingga tidak ada kecanggungan bagi siswa yang dibimbingnya dalam menerima pelajaran. Ditanya mengenai harapannya kedepan,ia mengungkapkan ingin mencetak generasi muda Bali untuk menjadi chef chef muda Bali dengan skill untuk bisa memodernisasi kuliner lokal Bali agar bisa go internasional untuk mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata internasional dan wisata spiritual. Untuk itu kepada generasi muda Bali saya himbau,untuk bisa sukses di dunia pariwisata yang nota benanya adalah dunia hoisfitality,kata kuncinya adalah ;

1.Mentally/mental: mental anda harus kuat,jangan cengeng karena tantangan di dunia wisata itu keras tapi      lembut apabila kita mampu menghadapinya.

2.Ettitude/Sikap,sikap ramah ,murah senyum adalah modal dalam pelayanan,tamu yang kita layani akan         menjadi betah dan bahagia.

3.Honesty/Kejujuran,jangan coba-coba tidak jujur,maka kalau diketahui pemecatan atau hukuman akan         anda terima dan anda akan masuk black list.

4.Fenacity/Keuletan,anda harus ulet/kerja keras,kerja cerdas,kerja tuntas dan kerja iklas.

dengan menterapkan kunci itu saya yakin akan bisa sukses dibidang apapun yang anak-anak muda Bali geluti,khususnya alumni SMK Giri Pendawa. Semangatkan dirimu untuk bersaing dan bersanding di dunia yang penuh tantangan yang harus kalian hadapi agar bisa menjadi pemenang,yang senang hingga bisa dikenang di dunia yang serba bergelimang,ujar Suarya menutup perbincangannya.(manixs)

Menjadi pembina upacara bendera hari Senin
 
Saat memberikan materi pada siswa
hasil praktek siswa kelas X



 


Jumat, 22 September 2023

MERAMU ANGGARAN DI PERUBAHAN 2023

Penataan kembali penggunaan Anggaran Belanja Sekolah di SMK Giri Pendawa tahun 2023 dibahas dalam Rapat Perubahan Anggaran yang dipimpin oleh Kepala SMK Giri Pendawa diikuti oleh manajemen pimpmpinan sekolah,para Waka,Kaprodi,KTU dan Bendahara BOS. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyatukan persepsi dalam penggunaan anggaran secara akuntable,transparan dan kredibelitas. Prinsip ini harus dipegang teguh oleh saudara-saudara sekalian,karena ini uang negara harus betul-betul dipertanggungjawabkan,saudara bendahara agar melengkapi administrasi penggunaan anggaran,karena jikalau ada monitoring akan mudah kita pertanggungjawabkan. Saya selaku pimpinan selaku penanggungjawab wajib tau kemana arah penggunaan anggaran,oleh karena itu kita rapat hari ini agar dana yang disalurkan pemerintah kepada sekolah kita tepat sasaran dan tepat waktu. Jumlah siswa sedikit maka anggaranpun kita peroleh sedikit,untuk itu skala prioritas dan urgensitas kita utamakan untuk kepentingan bersama. Dari masing-masing bidang agar memaparkan kebutuhannya,nanti kita simak dan kita putuskan bersama berdasarkan skala prioritas tadi,dana yang bisa dialokasikan sekitar 166 jutaan, ungkap Km.Sumarta,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Sekolah.

Rapat yang dipandu oleh I Wayan Suiji Waka Humas SMK Giri Pendawa memberikan kesempatan kepada masing-masing bidang antara lain:

Bendahara BOS Tia Setiani memaparkan tentang keberadaan keuangan yang digunakan selama tahun 2023 dan menyampaikan dana yang masih bisa diresecdule kurang lebih sebesar 166.juta lebih,silahkan dianggarkan ulang untuk membiayai keperluan masing-masing bidang,kita harapkan minggu ini bisa selesai,pintanya.

Waka Kurikulum Gst.Ngrh Mataram,S.Pd,M.Si menyampaikan karena terbatasnya anggaran maka skala prioritas diutamakan kepada bidang Tata Boga dan Perhotelan untuk melengkapi alat-alat yang dibutuhkan dalam kegiatan praktek siswa,sebab di tahun mendatang tidak mungkin akan membeli alat tersebut mengingat jumlah siswa terbatas. sedangkan kebutuhan kurikulum agar dianggarkan dalam kegiatan UAS dan pengadaan buku pegangan guru,ungkap Mataram.

Sementara itu Dewa Putu Suarya,SE kaprodi Tata Boga juga menyampaikan perencanaan pengadaan peralatan yang urgen di tata boga seperti kunci keamanan tabung gas,pengadaan air bersih yang kadang tersendat dan alat-alat lainnya,sedangkan bahan praktek anak-anak yang bawa dan sisanya ditaruh di kulkas akan digunakan praktek berikutnya,kalau bp ibu mau masak silahkan gunakan alat tapi jangan mengambil bahan dari Kulkas agar anak-anak tidak komplin,pintanya.

Bidang Perhotelan menyampaikan bahwa kebutuhan di perhotelan cukup banyak agar memenuhi kwalifikasi,beberapa alat sudah banyak yang tidak layak pakai itu harus diupgrade,perincian kami dari Perhotelan butuh dana sekitar 76 juta,kalau tidak memungkinkan kami revisi ulang ungkap Kaparodi Perhotelan Dewa Putu Suaba didampingi IGNR Sandi Adi Putra SE.

Bidang kesiswaan diwakili oleh pendampingnya I Made Agus Suciarta,S.Pd. menyampaikan kebutuhan mendesak adalah agenda pemilihan pengurus OSIS di bulan Desember dan pengiriman lomba seperti lomba catur ke Undiksa dll.

Waka Sarana Prasarana yang diwakili pendampingnya I Gusti Ngurah Gde Adnyana,SE merencanakan perbaikan Front Office ,WC,CCTV dan pipanisasi air PDAM.dan dalam waktu dekat akan memperbaiki sarana yang vital,ucapnya.

KTU Ni Made Sri Agustini meminta agar struktur organisasi sekolah dibuat dan bel pergantian pelajaran yang sudah lama mati untuk segera diperbaiki.

Usai diskusi,Suiji meminta kesepakatan batas waktu untuk pengumpulan perencanaan anggaran lengkap dengan nilai nominalnya dari masing-masing bidang, hasil diskusi menyepakati pengumpulan berkas masing-masing bidang paling lambat hari Rabu,27 September 2023 dan bendahara akan meramu paling lambat Sabtu 30 September 2023 bisa diselesaikan,itu kesepakatannya ujar suiji sekaligus menutup acara pertemuan.(manixs)

Rapat dipimpin Kepala Sekolah

Diskusi  peserta rapat

Waka Humas fasilitator rapat pimpinan

Kepala sekolah memberi penegasan pada tim BOS


Kamis, 21 September 2023

BP FKSPA BESAKIH GELAR DIKLAT KONTEN KREATIF DI MEDSOS

Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih,hari ini Kamis 21 September 2023 menggelar Kegiatan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif di Media Sosial bertempat di Ruang Audio Visual Widya Graha FKSPA Besakih dengan mengundang dan melibatkan 15 orang anak-anak SMK Giri Pendawa, SMP se kecamatan Rendang,SMA/SMK sekecamatan Rendang,ujar I Gusti Lanang Muliarta Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih.

Muliarta pria asal Selat yang pernah bekerja di Bank Nasional ini ,menambahkan bahwa tujuan pelaksanaa n kegiatan ini adalah untuk mengajak generasi muda khususnya di kecamatan Rendang agar lebih kreatif dan bijak bermain di media sosial dengan menampilkan konten konten yang kreatif,misalnya dengan mengangkat kondisi sosial yang ada di lingkungannya,seperti membuat konten tentang Pura Besakih dengan fasilitasnya yang sudah semakin refresentatif baik untuk kepentingan upacara yadnya dan kunjungan para wisatawan. Dengan semakin banyak anak-anak muda mengangkat Besakih,maka diharapkan Besakih akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata spiritual ke seluruh dunia,disamping kita harapkan generasi muda lebih bijak dan kreatif dalam mengkemas konten-kontennya bila perlu bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai buat dirinya atau masyarakat Bali,selorohnya.

I Made Agus Suciarta,S.Pd,Pendamping Wakasek Kesiswaan yang mengantar anak-anak SMK Giri Pendawa mengatakan,bahwa anak-anak cukup antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini,dan mereka sangat senang mendapatkan motivasi dari instruktur yang berpengalaman,begitu selesai pelatihan mereka langsung action mempraktekan hasil pelatihan yang didapatnya. Disamping itu menurut bapak Kepala Badan mengatakan bahwa kegiatan ini tidak cukup hari ini saja, tetapi harus ada tindak lanjutnya sehingga mampu mewujudkan karya seni digital yang bisa mengangkat dan menginformasikan fasilitas yang ada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih lewat konten konten kreatif para peserta pelatihan dan kalau mungkin materi hari ini bisa diketok tularkan pada teman-temannya. Semoga dengan mendapat ilmu tambahan,anak-anak kami di SMK Giri Pendawa bisa menambah wawasannya,karena mereka nantinya akan terjun ke dunia pariwisata,ungkap Agus Suciarta.(manixs)

Bapak Kepala Badan  sedang memberikan materi

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan
 
Salah satu siswi SMK Giri Pendawa mempraktekan hasil pelatihannya

 
Dengan penuh semangat mereka menyampaikan yel yel kebanggannya




Selasa, 19 September 2023

SMK GIRI PENDAWA IKUTI SOSIALISASI PEMBENTUKAN FORUM ANAK KECAMATAN

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Karangasem yang diwakili I Gusti Agung Wiatna mensosialisasikan pembentukan Forum Anak Kecamatan Rendang memaparkan,bahwa era digitalisasi dan kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya karakter siswa di era ini. Teknologi khusus-nya HP ibaratnya seperti pedang bermata dua bagi generasi muda,kalau baik penggunaannya maka dampaknya akan baik akan menjadi alat yang canggih,sedangkan kalau HP disalah gunakan maka akan berdampak negatif pada pemakainya. Istilahnya kalau menggunakan HP khususnya HP Android maka dunia ada dalam genggaman, dunia itu isinya macem-macem,ada yang positif dan ada yang negatif, disinilah kita harus bisa memilih dan memilah,kalau salah pilih,salah gaul maka dampaknya parah,lebih-lebih kalau sampai terjerumus ke pemakaian obat-obatan terlarang. Oleh karena itu,untuk mengantisipasi agar anak-anak kita tidak salah gaul,maka perlu dibuat wadahnya untuk berintraksi bagi anak-anak dan remaja kita di lingkungannya dan kalian yang diutus sekolah untuk hadir hari ini adalah sebagai komunikator-komunikator di lingkungan masing-masing. Kita undang untuk ngobrol santai anak-anak SMP,masing-masing 2 orang,ada 4 sekolah berarti utusan anak-anak SMP ada 8 orang,sedangkan SMA dan SMK diwakili oleh 3 orang masing-masing sekolah yakni SMAN 1 Rd,SMK Giri Pendawa dan SMK Astika Dharma jumlah 9 orang,jadi jumlah semua 17 orang.kalian inilah sebagai duta sekolah kalian masing2. ujarnya.

Sementara itu Kepala SMK Giri Pendawa yang diwakilkan kepada I Made Agus Suciarta,S.Pd selaku pendamping Wakasek Kesiswaan menyampaikan,pertemuan yang di mulai pukul 08.30 sd 11.00 bertempat di aula Kantor Camat Rendang itu, sangat bermanfaat nantinya, karena memiliki tujuan untuk menghindarkan anak-anak remaja dari pengaruh-pengaruh buruk di lingkungannya,intinya dikalangan siswa agar terbentuk profil pemuda Pancasila,disiplin,beriman dan bertaqwa kepada Ida Hyang Widi Waca atau Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 

Suciarta yang juga ketua Komunitas Peduli Sungai (KPS) Telaga Waja Desa Adat Tegenan, menambahkan bahwa dengan terbentuknya forum ini diharapkan akan dapat meredam dan mengurangi tingkat kenakalan remaja karena mereka antar sekolah akan berkomunikasi satu sama lainnya apabila ada anak-anak yang membuat masalah,sehingga yang namanya bentrokan atau tauran antar sekolah diharapkan tidak terjadi sama sekali, sehingga masalah kesiswaan diharapkan zero di kecamatan Rendang. selama ini memang kasus yang terjadi khususnya di SMK Giri Pendawa cukup landai dan aman terkendali. Anak-anak yang mewakili sekolah adalah anak-anak kelas XI PH I Wayan Agus Darmayasa dan Ni Komang Sukarini sedangkan dari XI TB adalah Ni Luh Mira,ketiganya anak-anak OSIS,ujarnya.

Ditemui di ruang kerjanya I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd Kepala SMK Giri Pendawa mengatakan, bahwa terbentuknya Forum Anak Kecamatan Rendang merupakan langkah positif Dinas Sosial untuk membangun generasi muda khusnya di Kecamatan Rendang,generasi muda sebagai pewaris tongkat estafet kepemimpinan harus dididik sejak awal,karena gempuran informasi tiada batas,forum inilah diharapkan bisa membantu memfilterisasi dan menterjemahkan informasi sosial yang diterima,ini penting ucapnya,disamping guru-guru di sekolah khususnya guru piket dan kesiswaan agar bisa memberi pencerahan dipagi hari sebelum masuk kelas dan tidak kalah pentingnya guru-guru yang mengajar jam pagi jangan sampai kosong tidak ada gurunya,tugasnya tidak ada sehingga anak itu merasa tidak diperhatikan,kesannya tidak beres,nanti diinfokan kepada orang tua/keluarga/teman sehingga masuk di GP bebas akan menyebabkan mainzet mereka semakin liar,karena tidak ada kegiatan mereka bisa membuat masalah. Oleh karena itu mari kita bangun sekolah ini saling bersinergi,baik kan kesan kita sehingga personal brending kita semua,brending sekolah akan menjadi semakin baik,sehingga di tahun mendatang masyarakat semakin tertarik untuk menyekolahkan anak-anak mereka,mari kita bangkit karena disinilah tempat berlabuh kita,pungkasnya.(manixs)  

Suasana rapat sosialisasi pembentukan Forum Anak Kecamatan Rendang

Berbaju puitih I Gst.Agung Wiatna dari Dinas Sosial foto bersama anggota
Forum Anak Kecamatan Rendang(19/09/23)