Rabu, 13 September 2023

MENCARI PELUANG DI PURA PALUANG

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari Pura Segara kidul ke arah timur melewati panorama indah dalam kegersangan,banyak objek wisata pantai kita lihat dari ketinggian diatas tebing rata-rata pantainya sempit kebanyakan berhadapan dengan tebing curam,hal ini mungkin terjadi karena ganasnya gempuran ombak Samudra Hindia sehingga wilayah pantai cepat tergerus abrasi. Melewati Panoramic Kelingking Beach yang cukup padat pengunjung,ratusan kendaraan terparkir rapi ditengah ketandusan,terbersit dipikiran kami mungkin inilah peluang yang dianugrahkan Tuhan untuk diolah dan dinikmati oleh krama setempat lewat giat pariwisata yang berada tidak jauh disebelah barat Pura Peluang. Tepat jam 13.48 kami tiba di jaba Pura Peluang tapi ada juga menyebut Pura Paluang dan atau Pura Mobil. Setelah kendaraan terparkir kami cari info dengan juru sapuhnya ternyata pemangku tidak ada,hanya ada serombongan orang dari Singaraja sudah selesai sembahyang dan asik berfoto selfi. Kami rombongan SMK Giri Pendawa diarahkan sembahyang di Pura Beji terlebih dahulu yang berada persis diatas tebing curam tepi laut,suasana cukup panas karena terik matahari di siang bolong bertengger diatas kepala,panasnya minta ampun,tapi untunglah desiran angin laut menyapa kami dengan lembut dan ramah,sehingga ada peluang untuk menyejukan hati.

Usai muspa di Pura Beji kami langsung kejeroan  Pura Peluang,disambut dengan pelinggih apitlawang untuk mohon restu dan ijin bila akan masuk ke utama mandala melewati apit surang gelung agung Pura Peluang. Begitu masuk di mandala utama kelihatan uniknya pura ini adalah pelinggih yang berbentuk mobil menyerupai VW Kodok dan Jimny lengkap dengan plat nomornya,kami sempat tertegun dan kagum dengan keunikan umat dalam mengekpresikan keyakinannya. Karena tidak ada pemangku kamipun menyiapkan kelengkapan upakara untuk persembahyangan,usai nunas tirta wangsuhpada dan bija kami melihat suasana sekeliling dan kesempatan rombongan berswafoto. Penulis sempatkan diri untuk bincang bincang dengan juru kuncinya yang bernama  Pan Lastri,berikut rangkuman wawancara kami :

Menurut penuturan Pan Lastri bahwa sejarah Pura Peluang Nusa Penida ini, dulunya ada seorang warga Karang Dawa ingin membuka lahan perkebunan di tempat ini. Saat proses pengerjaannya  terdapat hambatan ada sebongkah batu karang yang cukup besar menghalangi pekerjaannya,karena itu batu karang tersebut  harus dipindahkan ke tempat lain. Setelah dipindahkan, keesokan harinya batu itu kembali lagi ke tempat semula dan berulang kali kejadiannya. Kemudian ia berdoa dan ada  petunjuk niskala agar di tempat ini didirikan sebuah pelinggih  yang distanakan meparab Ida Ratu Gede Sakti Hyang Mami, beliau meminta agar masyarakat setempat membuatkan pelinggih yang berbentuk mobil, karena beliau di alam gaib/niskala juga memiliki kendaraan yang berupa mobil. Mobil jimny lah yang diminta pelinggihnya dan agar didirikan juga arca lanang istri  sebagai manifestasi  Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah dan Ida Ratu Gede Sakti Hyang Mami. Sementara mobil VW Beatle merupakan mobil dari pengikut atau putra-putri beliau,ungkap Pan Lastri.


Menurut cerita, masyarakat setempat sering mendengar suara deru dan klakson mobil dengan sinar yang terang dan kecepatan tinggi ditengah malam menuju arah barat laut terutama pada saat rerahinan. Namun deru itu hanya sepintas saja dan sudah tidak tampak lagi ke mana perginya. Kalau ditelisik anehnya pelinggih mobil  ini  sudah ada sejak 300 tahun yang lalu namun bentuknya masih sederhana tapi sudah menyerupai VW Kodok  ,padahal mobil VW beatle dari Jerman itu diproduksi tahun 1938-2003. aneh kan ? tanyanya. Kalau bentuk dan Platnya mobil VW KD 013 itu ,baru hasil renovasi,disesuaikanlah dengan zaman kekinian , arti plat itu KD singkatan dari Karang Dawa dan angka 013 adalah tahun pemugaran pelinggih tersebut yakni pada tanggal 01-01-2013. Dan plat mobil Jimny DK 28703 GL. DK merupakan plat nomor kendaraan untuk Provinsi Bali, 28-7-2003 merupakan tanggal pemugaran dan GL berarti Gunung dan Lembah (jurang). Oya jangan lupa Piodalan Ida Betara pada hari Sabtu Klion Krulut atau Tumpek Krulut tiap 6 bulan sekali,banyak pemedek dari Bali dan Jawa yang pedek kesini untuk mohon solusi dan mencari peluang atau petunjuk untuk masalah kehidupannya,nunas ica begitulah, pungkasnya.
 Selesai bincang hangat dengan Pan Lastri kamipun berangkat meninggalkan Pura Peluang pukul 14.20 menuju Pura Giri Putri,Semoga SMK Giri Pendawa mendapat banyak peluang untuk kemajuan dan kesuksesan dimasa depan,astungkara.(manixs).

Jaba tengah Pura Peluang

                                         Tirta yatra ke Tanah Nusa karya W.Surya Arimbawa,S.Pd

 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar