Jumat, 01 September 2023

UPANAYANA KE DALEM PENDAWA TRADISI GIRI PENDAWA

Sisya Upanayana merupakan upacara penyucian murid yang baru belajar weda yang dilakukan oleh seorang guru atau penobatan dimulainya calon siswa menjadi siswa,yang intinya penyucian ditandai dengan natab banten agar siswa siap nenerima ilmu pengetahuan. 

Pada dasarnya Sisya Upanayana memiliki dua tujuan yaitu:

  1. Untuk membersihkan dan mempertajam pikiran,melalui pikiran yang tajam,siswa akan mampu lebih  cepat menyerap ilmu pengetahuan melalui proses aguron guron di sekolah.
  2. Untuk memperluas budi pekerti,berbicara sopan dan berprilaku yang baik,diharapkan siswa akan memiliki kecerdasan intelektual,sosial,spiritual, dan kecerdasan emosional sehingga menjadi taulad-an bagi masyarakat.

Acara ini mestinya dilakukan pada saat anak anak usai mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah),namun karena satu dan lain hal maka acara ini baru bisa dilaksanakan sekarang ,ucap I Komang Sumarta,S.Pd,M,Si Kepala SMK Giri Pendawa pada acara sambrama  wecana sisya upanayana , usai persembahyangan bersama, di Pura Dalem Panca Pendawa ,yang berada dikawasan hutan lindung Gunung Tulukbiyu,Desa Adat Pule,Desa Pempatan.

Lebih lanjut Sumarta mengatakan,kenapa Sisya Upanayana SMK Giri Pendawa  dilaksanakan di pura Dalem Panca Pendawa  ? karena sejarah mencatat bahwa di Pura inilah 5 orang tokoh pendidikan di Kecamatan Rendang mendapat ilham dan atau wahyu untuk mendirikan SMK ini, lima orang sebagai cikal bakal pendirian SMK Giri Pendawa adalah Bp.Drs.Dewa Putu Suaba,Bp.Komang Warsa,S.Pd, M.Si,M.Pd,Bapak Ngk.Putu Suarjana,S.Pd,M.Pd,Alm.Bp.Ngk.Putu Murtika,S.Pd.H(yg menjadi Kepala SMK Giri Pendawa pertama ) dan Alm. I Made Lumbung,S.Pd. baru kemudian menyusul Bp.Sendiri I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,Pak Mk.Suiji,Ngk.Ketut Suarjana, Kadek Murtiana, Jr.Gd. Witama, Drs.I Ketut Sudana,Drs.Ida Wayan Buda,Gst.Ngurah Mataram,S.Pd,M.Si, dan Drs.I Putu Gede Arimbawa,M.Si. sedangkan almarhum kemudian diganti oleh putranya masing masing yakni Ngakan Gede Oka,S.Kom dan I Komang Mahardi,S.Kom.nah karena adanya riwayat itulah tiap tahun ada 2 agenda yang dilaksanakan di Pura ini  yakni Sisya Upanayana bagi siswa baru dan matur piuning pelaksanaan Ujian untuk kelas XII seperti kegiatan yang kita  laksanakan hari ini, pungkasnya.

Sementara itu,koordinator kegiatan I Wayan Suiji selaku Waka Humas didampingi oleh Ni Wayan Melina Pebriani,S.S mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan Sisya Upanayana dan matur piuning Ujian Kelas XII berbarengan dilaksanakan karena kedua agenda ini berdekatan sehingga disinkrunisasi dalam satu kegiatan untuk efektif dan efesiensinya. Sebelum acara berlangsung ,kegiatan terlebih dahulu mepiuning di padmasana sekolah,lanjut kumpul bareng di Menanga,baru berangkat bersama menuju lokasi pertama yakni Pura Gelagah. Karena tempat sembahyang agak kurang bersih maka diarahkan setiap peserta agar melaksanakan kegiatan mereresik/bersih-bersih sampah oleh I Md.Agus Suciarta,S.Pd pendamping Waka Kesiswaan. Usai pemuspan baru diarahkan petunjuk jalan,karena tadi begitu masuk areal hutan yang jalannya berkelok dan banyak cabang,maka siswa banyak yang tersesat,terutama kelas X yang untuk pertama kalinya nangkil ke Pura Pendawa.Juga jalan tanah yang berkelok,berpasir, berdebu dan menanjak tajam,sehingga membuat anak-anak kebingungan bahkan motornya ada yang terpaksa sampai ditinggal di pertengahan jalan. Astungkara semua bisa sampai tujuan dan persembahyangan yang dipimpin Jero Mangku Gentono terlaksana dengan tertib dan lancar. Akhirnya dalam waktu tengah hari rombongan sudah kembali,namun sayang diakhir perjalanan seorang anak putri kepleset dan jatuh dibawa ke Puskesmas diantar oleh I Kadek Ariawan dan I Wayan Gede Suarnata,S.Pd.(manixs).

Matur piuning di Pura Glagah sebelum pendakian
Persembahyangan 'Sisya Upanayana' di Pura Dalem Pendawa
tampak di latar belakang pura dalam kondisi hancur akibat gempa bumi
tahun kemarin,meluluhlantakkan pura. 
 
Arahan Kepala Sekolah dalam acara Sisya Upanayana,usai persembahyangan bersama.
 
Dengan semangat tinggi dan sempat terperosok akhirnya astungkara sampai juga ke lokasi
dengan bermotor matic.
Medan yang cukup menantang adrenalin terutama buat pemula yang nangkil kesini.
 
Tantangan mengasyikan menuju Pura yang dituju,astungkara lancar.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar