Setinggi tingginya bangau terbang, akhirnya jatuh ke kubangan juga,sejauh jauhnya kita pergi,namun pada akhirnya pulang juga. Demikian pula halnya kami keluarga besar SMK Giri Pendawa pagi ini akan pulang mengakhiri perjalanan suci di bumi Nusa Penida dengan harapan membawa anugrah positif untuk kemajuan SMK Giri Pendawa.
Sakeng capeknya perjalanan kemarin ,kami lelap tidur di hotel dan beberapa kawan ada yang mekemit di pura,jam 05.00 mereka sudah sembahyang,sebagian yang di hotel agak siangan lanjut sembahyang masing-masing, namun pada akhirnya kami berangkat bersama dari pelataran Dalem Ped dengan naik cary dan sepeda motor kemarin kurang lebih 5 menit sampai di pelabuhan Sampalan. Pukul 06.25 suara petugas sudah memanggil penumpang kapal berangkat pertama. Kami bergegas naik dengan membawa barang masing-masing menuju kapal Gangga Expres,tepat pukul 06.38 kapalpun secara perlahan meninggalkan pelabuhan,setelah dilaut mulai tancap gas,cuaca cerah laut tenang bersahabat dan jam 06.58 kapal kami mendarat dipelabuhan Kusamba dengan selamat.
Tirta Yatra adalah wahana refresing jiwa raga,untuk menyegarkan kembali rasa letih dan kuyu sehingga rasa layu atau lemah kembali pulih dalam beraktivitas melaksanakan swadarma kita masing-masing. Namun sesungguhnya ada hal yang perlu kita renungkan,terutama saat kita melintasi jembatan tebing di pantai selatan yang begitu menguras tenaga,terkadang aku merasa lelah dengan semua sikapmu(curam dan mengerikan), tetapi disini aku tetap memilih untuk bertahan (saking semangatnya),demikianlah kiranya ungkapan hati ketika kita menuntaskan perjalanan tersebut. Deburan ombak pantai selatan seolah menambah energi jantungkita untuk berdegup lebih kencang,membangkitkan adrenalin yang turun naik. Semua tekad untuk menggapai tujuan akhirnya terlaksana dengan baik,walau kadang apa yang kita angankan tidak sesuai dengan ekspektasi dibenak kita. Demikian juga perjalanan pengabdian kita di SMK Giri Pendawa,baik sebagai guru,pegawai dan Kepala Sekolah selaku nakhoda,semuanya harus saling bersinergi sesuai dengan swadarma kita masing-masing, semuanya mempunyai peran yang strategis,saling melengkapi satu sama lainnya,sehingga memperkuat adrenalin kita untuk bangkit terus membangun sekolah ini. Seberat apapun tantangan,kalau kita sudah solid maka yakin dan percaya semua rintangan pasti terlewati,contohnya seperti mencapai tujuan Pura Segara Kidul. Satu terpuruk yang lain menyemangati dan membantu memecahkan persoalan dan pasti bangkit kembali,tim work yang solid amat diperlukan untuk membangun sekolah ini.
Terpenting jangan sampai ada istilah "meludah dipiring nasi sendiri",maka solidaritas dan rasa tanggungjawab selalu kita harus ingatkan di hati,karena dari awal kita telah berlabuh di tempat ini,walaupun gersang,segersang bumi Nusa Penida,namun dibalik itu ada mutiara terpendam yang dapat kita bangggakan nantinya,apabila kita bisa mengasah dan memeliharanya,ibarat Nusa Penida yang diburu Tamu Manca Negara dan para bhakta untuk mengasah rohaninya bertirta yatra. Dulu nusa penida tidak ada orang yang melirik,terkenal dekil usang dan segala tetek bengek minor lainnya sampai ke dialek bahasanya yang paling hakikipun terus dibuli. Namun sekarang setelah dipoles,disentuh dengan hati,dipublikasikan dan dipromosikan,maka kini keadaannya menjadi terbailik ,banyak orang yang jatuh hati untuk melihat dan menikmatinya,gersang dimata tapi subur dihati,begitulah kalau sudah jatuh cinta.
Naaah bagaimana sekarang dengan sekolah kita yang ibarat Nusa Penida yang dianggap gersang,sedikit nafkah yah karena sedikit murid,terpenting bagaimana upaya kita untuk menjadikan sekolah ini gersang dimata subur dihati ?,tentu tergantung komitmen kita masing-masing,astungkara mogi kasidian, sampai ketemu di acara berikutnya suksma(manixs).
Ini bukti tim work yang solid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar