Peringatan hari kesaktian Pancasila tahun ini bertepatan dengan hari minggu atau hari libur,tetapi kalian bisa hadir melaksanakan kewajiban sebagai bangsa Indonesia,oleh karena itu saya ucapkan terimakasih pada siswa,guru,pegawai atas kesadarannya hadir ke sekolah memperingati hari kesaktian pancasila. Kesadaran kalian itu muncul dari hati dan itu perlu ditujukan kepada Tuhan,Kepada kewajiban dan idiologi bangsa kita yang namanya Pancasila, ini penting diamalkan dalam kehidupan kita. Dan dipagi ini adalah wujud nyata kesadaran kalian semua,karena sejarah mencatat tanggal 30 September 1965 ada peristiwa besar,pembunuhan para jenderal di Indonesia oleh gerombolan PKI yang dilatar belakangi oleh keinginan PKI menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah. PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik,maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan. Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan, itulah sebabnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.
Kronologinya PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R.
Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor
Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan
Jenderal A.H. Nasution.PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan
untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno. R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam
keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang
menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution
yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta
Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua
yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman
masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke
dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya,G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan
sekitar Jawa.
Tanggal 1 Oktober 1965 Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan
telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H.
Nasution dalam keadaan selamat.
Tanggal 2 Oktober 1965 Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S
PKI dibuang. 4 Oktober 1965 Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
Tanggal 5 Oktober 1965Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta
Selatan. Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.
Kemudian pada tahun 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)
Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari
Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI. Pada tahun 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan
Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat. Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967
tentang Hari Kesaktian Pancasila,oleh karenanya setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Untuk peringatan tahun 2023 ini ,mengambil tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju,ujar I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd dalam amanatnya selaku pembina upacara.
Walaupun dihadiri oleh minimal warga SMK,namun tetap dapat berlangsung dengan hidmat,karena ini adalam momen bersejarah patut di kenang oleh bangsa Indonesia khususnya keluarga besar SMK Giri Pendawa,ujar Agus Suciarta koordinator peringatan hari Kesaktian Pancasila.
Dalam upacara tersebut disamping pembacaan naskah Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 juga dibacakan ikrar sebagai berikut :
IKRAR
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari
sepenuhnya:
bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik
dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan
Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila
sebagai Ideologi Negara;
bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur
ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian
Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan
nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk
memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Jakarta, 1 Oktober 2023
Atas Nama Bangsa Indonesia
Ketua DPR RI,
Dr. (H.C.) Puan Maharani
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:
bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;
bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;
bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jakarta, 1 Oktober 2023
Atas Nama Bangsa Indonesia
Ketua DPR RI,
Dr. (H.C.) Puan Maharani
Baca juga:
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Ini Tema dan Sejarahnya
Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila berlangsung pada Minggu, 1 Oktober 2023. Instansi pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota diimbau untuk menyelenggarakan upacara peringatan tersebut.
Berikut susunan dan urutan acara yang juga terdapat dalam Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023 yang diterbitkan Kemdikbud, yakni:
Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
Laporan Komandan Upacara, upacara siap
Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
Pembacaan Teks Pancasila
Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Pembacaan Naskah Ikrar
Pembacaan Naskah Doa
Andhika Bhayangkari (menyesuaikan)
Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
Upacara selesai
Link Download Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila
Untuk detikers yang ingin mengunduh Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila dan pedoman penyelenggaraan upacara, bisa mengakses link yang telah disediakan Kemdikbud berikut:
Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila dan Naskah Ikrar
Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila tertulis pada lampiran ketiga dokumen tersebut. Link tersebut akan langsung mengarahkan detikers untuk mengunduh dokumen.
Demikianlah Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila yang wajib dibacakan pada momentum upacara peringatan 1 Oktober 2023. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Simak Video "Momen Jokowi-Ma'ruf Amin Berdoa di Sumur Lubang Buaya"
(alk/alk)
hari kesaktian pancasila
hari kesaktian pancasila 1 oktober
hari kesaktian pancasila 1 oktober 2023
hari kesaktian pancasila 2023
naskah ikrar hari kesaktian pancasila 2023
Baca artikel detiksulsel, "Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila, Dibaca pada Upacara 1 Oktober 2023" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6958156/naskah-ikrar-kesaktian-pancasila-dibaca-pada-upacara-1-oktober-2023.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/manixs)
Demikian warta Humas SMK Giri Pendawa,melaporkan dari pelataran lapangan Jaya Giri SMK Giri Pendawa. (manixs)
Latar belakang G30S PKI adalah PKI ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah.
PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik.
Maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan. Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan.
Berbagai latar belakang ini akhirnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.
Rangkuman Peristiwa G30S PKI
Berikut kronologi atau rangkuman peristiwa G30S PKI.
30 September 1965
PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R. Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal A.H. Nasution.
PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno.
R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya.
G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan sekitar Jawa.
1 Oktober 1965
Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H. Nasution dalam keadaan selamat.
2 Oktober 1965
Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S PKI dibuang.
4 Oktober 1965
Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
5 Oktober 1965
Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.
Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.
Lihat Juga :
[img-title]
Dampak Sosial dan Politik G30S PKI bagi Bangsa Indonesia
Lahirnya Hari Kesaktian Pancasila
Pada 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI.
Pada 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat.
Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila.
Baca artikel CNN Indonesia "Rangkuman Peristiwa G30S PKI, Cikal Bakal Hari Kesaktian Pancasila" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230927131530-569-1004389/rangkuman-peristiwa-g30s-pki-cikal-bakal-hari-kesaktian-pancasila.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Latar belakang G30S PKI adalah PKI ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Salah satunya karena muncul ketidakharmonisan antara ideologi komunisme yang diyakini oleh PKI dengan nasionalisme yang dijalankan pemerintah.
PKI ingin ideologi Indonesia berubah dari nasionalisme menjadi komunisme. Selain itu, ada ketidakharmonisan antara PKI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berseberangan politik.
Maka dari itu, PKI ingin menyingkirkan petinggi TNI agar dapat merebut kekuasaan. Di sisi lain, PKI khawatir kesehatan Presiden Soekarno menurun dan usianya tidak lama lagi, sehingga akan terjadi peralihan kekuasaan.
Berbagai latar belakang ini akhirnya memunculkan gerakan pemberontakan dari PKI dengan menculik dan membunuh sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965.
Rangkuman Peristiwa G30S PKI
Berikut kronologi atau rangkuman peristiwa G30S PKI.
30 September 1965
PKI mendatangi kediaman Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI R. Soeprapto, Letnan Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal A.H. Nasution.
PKI berdalih sebagai Cakrabirawa, pasukan pengawal istana yang diperintahkan untuk menjemput mereka agar menghadap ke Presiden Soekarno.
R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, dan S. Parman ikut dengan ajakan PKI dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Kapten Czi Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban salah tangkap karena tengah berada di kediaman A.H. Nasution yang berhasil selamat dari gerakan ini.
Keempat anggota TNI AD dibawa ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Begitu sampai, keempatnya dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua yang tak terpakai dengan diameter 75 cm dan kedalaman 12 meter.
Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di kediaman masing-masing, lalu mayatnya dibawa ke markas tersebut dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang kemudian dikenal sebagai Lubang Buaya.
G30S PKI menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta dan sekitar Jawa.
1 Oktober 1965
Cakrabirawa di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengamankan RRI dan telekomunikasi untuk menyebarkan kabar bahwa Presiden Soekarno dan A.H. Nasution dalam keadaan selamat.
2 Oktober 1965
Pemberontakan PKI dapat dipukul mundur dan TNI mencari tempat mayat korban G30S PKI dibuang.
4 Oktober 1965
Mayat korban G30S PKI ditemukan dan diangkat dari Lubang Buaya.
5 Oktober 1965
Seluruh korban G30S PKI dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.
Presiden Soekarno mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi.
Lihat Juga :
[img-title]
Dampak Sosial dan Politik G30S PKI bagi Bangsa Indonesia
Lahirnya Hari Kesaktian Pancasila
Pada 1966, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Dengan penetapan itu, seluruh pasukan TNI AD wajib menggelar peringatan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para korban G30S PKI.
Pada 1967, Soeharto yang terpilih menjadi Presiden ke-2 Indonesia menetapkan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat.
Penetapan itu tertulis di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila.
Baca artikel CNN Indonesia "Rangkuman Peristiwa G30S PKI, Cikal Bakal Hari Kesaktian Pancasila" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230927131530-569-1004389/rangkuman-peristiwa-g30s-pki-cikal-bakal-hari-kesaktian-pancasila.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar