Minggu, 03 September 2023

SUMARTA TERAPKAN PRINSIP PARENTING DALAM KELUARGA

I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,pria kelahiran Nongan Anggara Umanis Kuningan,26 Maret 1963 sudah tidak asing lagi di wilayah Kecamatan Rendang karena suami dari Ni Luh Karang Parwati,S.Pd,M.Pd ini, aktif di berbagai kegiatan semasih muda sampai sekarang. Mulai mengenyam bangku pendidikan sejak tahun 1969 hingga tamat SD 2 Nongan tahun 1975,menapaki jenjang SMP di 1 Rendang selesai tahun 1979 kemudian melanjutkan ke SPG Klungkung tamat tahun 1982,selanjutnya masuk di Diploma 1 PMP FKIP Unud Singaraja tahun 1983 sedangkan S2nya di Undiksa Singaraja di jurusan yang sama.

Jenjang karier yang digeluti bapak dari I Wayan Taeras Supartama(1986) dan Ni Kadek Nila Intani(1988) hasil cintanya yang diresmikan tahun 1985 dalam balutan pawiwahan dengan Luh Putu Karang Parwati,diangkat sebagai guru di SMPN Muncan tahun 1984 akhirnya pulang kandang di SMPN 1 Rendang tahun 1995,kemudian sempat pindah ke SMPN 1 Sidemen tahun pelajaran 2008/2009,sempat setahun wara wiri ke Desa Budaya ini,lalu balik kampung naik karier bertugas di SMAN 1 Rendang dengan mendapat tugas tambahan sebagai Wakasek Kesiswaan bahkan sampai purna tugas 31 desember 2022 masih setia di sekolah ini. Mungkin karena humoris,humanis dan kepiawaiannya itulah salah satu  tokoh pendiri SMK Giri Pendawa alm.Ngakan Putu Murtika,S.Pd.H meminang Komang Sumarta untuk diajak bergabung tahun 2011 dalam Yayasan Giri Pendawa bahkan dipercaya sebagai Wakil Ketua sejak saat itu hingga sekarang, dan mulai Juli 2022 kemarin dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala SMK Giri Pendawa.

Pria yang akrab disapa Mangdil ini, memang selalu "dil" atau sepakat apabila diajak membangun dan bersosialisasi dengan berbagai kalangan,sehingga ia sangat disegani dan ditunggu kiprahnya oleh masyarakat untuk diajak ngayah. Banyak hal yang sudah ia dilakukan seperti ngayah menjadi Klian Dadia 1989,tahun 1999 didalam paruman desa di"dil"kan menjadi Ketua Penitia Pembangunan di Pura Dalem Kupa Desa Nongan, setahun kemudian (2000) dipilih menjadi Klian Pura Dalem Kupa yang diempon oleh 4 Banjar Adat hingga sekarang. Sempat juga menjadi Ketua Paiketan Pasemetonan Arya Kubon Tubuh Kecamatan Rendang satu periode,sedangkan dalam organisasi kedinasan pernah menjadi penghurus PGRI Kecamatan Rendang,Wakil Ketua Yayasan Giri Pendawa,Ketua LPM dan BPD Desa Nongan dan berbagai jabatan sosial lainnya. Menurutnya kejadian yang pernah dialami sebagai profesi guru yang paling tegang dan haru adalah ketika anak didiknya saat jam olah raga,sangat bandel mengganggu temannya,ketika itu ia sempat emosi membenturkan kepala anak itu hingga berdarah-darah luka robek sampai dijarit. Komang waktu itu sempat menjadi guru olahraga di SMPN Muncan,sebagai bentuk tanggungjawab ia kemudian mengajak anak tersebut ke petkes untuk dijarit lukanya dan kemudian diajak pulang,menemui orangtuanya,syukur setelah diberi penjelasan bapak anak tersebut menyampaikan terimakasih bahkan memberi buah tangan berupa jeruk.astungkara ujarnya.

Hal lain yang perlu dicatat adalah kesuksesannya dalam ngayah sebagai Klian Dalem Kupa dalam pelaksanaan upacara besar di pura tersebut,pada awalnya sempat tertunda karena belum menemukan kesepakatan antara pengempon,namun akhirnya berkat keuletannya dan keiklasannya ngayah serta kesabarannya dalam menghadapi berbagai tantangan maka Buda Wage Klau 2022 kemaren ,sukses menyelenggarakan Karya Agung Ngenteg Linggih Nubug Daging,Menawa Ratna di Pura Dalem Kupa yang ratusan tahun belum pernah dilaksanakan. karya ini didukung oleh ribuan KK se Desa Adat Nongan dengan menelan dana milyaran rupiah yang dipuput oleh 7 sulinggih dan disaksikan oleh pemucuk jagat Bali I Wayan Koster Gubernur Bali dan Bupati Karangasem I Gede Dana. Mengkordinasikan dan mengelola karya yang demikian besar tentu memerlukan skil dan kompetensi yang mumpuni dan itu dapat dilaksanakan,artinya Sumarta adalah tokoh panutan di berbagai lini.

Kemudian ditanya bagaimana trik mendidik anak-anak agar sukses di era sekarang ?,dengan suara kalem ia memaparkan bahwa disetiap era akan melahirkan anak-anak yang sesuai dengan eranya seperti era orda lama,orda baru melahirkan anak-anak yang berkarakter manut,tertib,disiplin dan hormat. kalau era reformasi lahir watak ingin"bebas" demokrasi bebas,mulai berani demo,unjuk keberanian,terbuka akhirnya kebablasan tidak ada rasa hormat pada orang tua. Kemudian zaman covid dan digital, anak-anak belajar dirumah on line, ini lebih parah lagi tidak ada yang namanya komunikasi,lahir generasi cuek,apatis skeptis. Nah ini! serunya. 

Sebenarnya kita tak boleh berkecil hati,era atau zaman apapun kita harus bisa menyikapi sesuai dengan fungsi dan peran kita. Mendidik anak tidak mungkin akan berhasil kalau 3 pilar pendidik ini tidak bersinergi,di rumah ,orang tua harus mendidik sejak prenatal/dalam kandungan hingga lahir dan masuk sekolah,Guru TK,SD,SMP dan SMA/K harus bersinergi,sehingga penanaman karakternya berkelanjutan,contoh kecil di TK diajarkan salaman cium tangan guru ketika akan pulang atau ketemu gurunya,kenapa di SD,SMP SMA hal baik itu tidak dilanjutkan, padahal ini penting membentuk karakter anak. Demikian juga tokoh-tokoh masyarakat di desanya masing-masing, hendaknya peduli terhadap generasi mudanya,jangan sampai bebas minum-minuman beralkohol/miras,judi bahkan narkoba ,ini perlu disosialisasikan bila perlu dibuat aturan baik dalam perarem desa atau bahkan dalam bentuk awig awig Desa Adatnya.karena apa ? tanyanya...karena mendidik anak bukanlah perkara mudah. Kekeliruan orang tua dalam menerapkan pola asuh dapat memengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempelajari prinsip parenting yang benar agar bisa membentuk karakter positif pada anak.

Pola Asuh yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa kepedulian, kejujuran, kemandirian, dan keceriaan pada diri anak. Cara pengasuhan yang baik juga dapat mendukung kecerdasan dan melindungi anak dari rasa cemas,depresi, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan minuman beralkohol dan narkoba.

Prinsip utama pola asuh (parenting) yang baik adalah membesarkan dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, sekaligus mendukung, membimbing, dan menjadi teman yang menyenangkan.Beberapa pola asauh un tuk membentuk karakter positif pada anak adalah sebagai berikut :

1.Jadi panutan yang baik bagi anak. Jika ingin anak-anak memiliki karakter positif, berikan contoh panutan pada mereka, seperti selalu berkata jujur, berperilaku baik dan santun terhadap orang lain, serta membantu orang lain tanpa mengharap imbalan,Cara hidup sehat,bagaimana mengkonsumsi makanan sehat,sikat gigigi,cara buang sampah pada tempatnya dll.

2. Jangan terlalu memanjakan anak. Jangan setiap keinginan anak dipenuhi,bila perlu biarkan menangis saja kalau keinginannya beresiko baginya,bentuk mereka agar disiplin,sehingga akan muncul karakter yang baik kedepannya,tapi ingat jangan memarahi,tegur mereka dengan lembut tetapi tegas dan berikan pemahaman ketika ia melakukan kesalahan dan berikan pujian ketika ia melakukan kebaikan.

3. Luangkan waktu untuk anak setiap hari. Kita mengenal istilah Family Time,ini penting untuk harmonisasi keluarga,untuk menumbuhkan cinta dan kasih sayang di keluarga,sesibuk apapun lowongkan waktu untuk keluarga khususnya anak-anak,dengarkan curhatan mereka,bila ada masalah akan ditemukan solusinya asal ada saling keterbukaan.

4. Tumbuhkan sifat kemandirian pada anak.  Melatih kemandirian anak dapat ditanamkan sejak dini, caranya dengan memberikan kepercayaan, kesempatan, dan apresiasi. Pahamilah bahwa belajar mandiri tidak mudah bagi anak. Jadi, tunjukkan apresiasi dan kasih sayang pada setiap usaha serta keberhasilannya. Saat mereka gagal atau berbuat salah, jangan mengejeknya apalagi membandingkan dirinya dengan anak-anak lain.

5. Tentukan peraturan di rumah dengan menyertai alasannya.Menerapkan peraturan bisa membantu anak belajar mengendalikan diri serta membedakan perilaku baik dan buruk. dengan catatan jelaskan alasan mengapa peraturan tersebut dibuat.Contohnya, menggunakan listrik seperlunya untuk menghemat biaya atau jangan berlebihan dalam menggunakan gadget karena tidak baik untuk kesehatan mata,dll.

Demikian juga guru guru dari TK hingga SMA/SMK mari kita laksanakan tugas sesuai tupoksi,mari beri suriteladan contoh riil yang bisa dilaksanakan oleh anak-anak kita,sesungguhnya mendidik itu adalah yadnya paling utama,bersyukurlah kita dilahirkan sebagai pendidik karena itu adalah anugrah besar dari Hyang Widhi Waca. Demikian pula tokoh-tokoh masyarakat di masing-masing desa mari mewetu eling kepada anak generasi kita, agar menjadi generasi yang amanah untuk melanjutkan adat dan budaya kita sehingga Hindu dapat ajeg,hidup berdampingan sepanjang zaman,semoga!!!...pungkasnya (manixs)
Sumarta saat bertugas sebagai pembina upacara di SMK Giri Pendawa hari ini,Senin 4 September 2023
Saat menerima tamu dari Jepang dalam akad kerjasama

Menerima Pengawas Manajerial dalam acara monev sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar